Bisnis Coaching. Pendampingan, Bukan Sekadar Teori.
Sudah ikut Deep Talk dan ingin pendampingan lebih intensif?
Saya pandu pebisnis untuk bangun sistem digital bisnis dan digital marketing, dari nol, dari yang stuck, atau dari yang sudah coba tapi belum maksimal.
Satu Pertemuan per minggu. Pendampingan langsung sampai sistem berjalan.
Mungkin Anda Berada di Salah Satu Posisi Ini
Mau mulai dari nol, tapi takut salah langkah.
Produk ada. Modal ada. Tapi takut habis uang dan waktu untuk hal yang tidak jelas hasilnya. Mau bimbingan dari nol supaya lebih efisien daripada coba-salah sendiri.
Sudah jalan, tapi stuck.
Bisnis sudah berjalan, tapi pertumbuhan mentok. Sudah ikut workshop, kirim tim belajar, tapi penerapannya tidak teratur. Tidak ada sistem yang bisa diulang.
Sudah coba sendiri, tapi belum maksimal.
Sudah bikin website, sudah jalankan ads, sudah posting konten. Tapi hasilnya belum sesuai harapan. Belum tahu mana yang berpotensi, mana yang harus dihentikan.
Kalau Anda merasa:
"Iya, ini saya."
Maka kisah-kisah berikut mungkin relevan untuk Anda.
Tiga Kisah Nyata, Tiga Hasil Berbeda
Bukan teori. Bukan studi kasus dari internet. Ini proses nyata yang sudah saya dampingi sendiri.
Pak Rafan, Bisnis Bahan Kimia Laundry
Bisnis Pak Rafan awalnya 90% offline. Menjajakan produk dari toko ke toko secara langsung. Dia sudah mengikuti banyak workshop bertemakan bisnis online dan digital marketing, bahkan mengirimkan timnya belajar ke sana kemari.
Tapi berjalan sekian tahun, hasilnya tidak kunjung datang. Ilmu sudah didapat, tapi penerapannya tidak teratur. Timnya juga belum memiliki kemampuan digital marketing yang cukup.
Dalam pendampingan, saya sampekan: apa yang dilakukannya sudah benar, hanya tidak teratur. Dia belum tahu bagaimana membaca siapa audience-nya, siapa yang benar-benar membeli produknya, dan bagaimana secara segmented dan targeted memasarkan produknya.
Maka kami mulai pendampingan:
- Menata tim minimal: tim desain, tim konten, tim CS, tim advertiser.
- Merapihkan sosial media dan website.
- Melatih tim sampai benar-benar memahami cara kerja internet marketing.
Hasilnya: Tidak sampai 1 tahun, market Pak Rafan berubah. Awalnya 90% offline, customer kini datang 90% dari online. Cost juga jadi efisien, tidak semua kanal marketing diiklankan, hanya yang sudah teruji menghasilkan customer.
Saya juga bantu susun konsep CRM supaya customer lama yang sudah ribuan bisa terus membeli ulang. Banyak bisnis hanya fokus membuat customer baru, tapi mengolah database yang sudah ada malah lemah.
Riset Harvard Business Review (HBR): Mendapatkan pelanggan baru (customer acquisition) biayanya 5 hingga 25 kali lipat lebih mahal daripada mempertahankan pelanggan yang sudah ada (customer retention).
Dengan kenaikan omset tersebut, Pak Rafan akhirnya melengkapi tools digital marketingnya, menghire tim yang pro di digital marketing, dan berekspansi menggunakan internet marketing lebih maksimal.
Pak Aldi, Bisnis Mebel, Generasi Kedua
Pak Aldi masih muda, tapi sudah memiliki keyakinan bahwa pasar tradisional yang selama ini dijalankan oleh orang tuanya ada batasnya. Dia generasi kedua bisnis. Qodarullah, belum lama Pak Aldi magang membantu ayahnya, ayahnya meninggal. Roda bisnis harus terus berputar dengan berbagai tanggung jawab pekerjaan dan beban finansialnya.
Awalnya Pak Aldi sekadar ingin belajar mengonlinekan bisnisnya. Tidak tahu harus start dari mana. Dia tahu saya memiliki keahlian di dunia online, maka meminta bantuan dan diskusi.
Bimbingan dijalankan dari nol sekali:
- Setup akun sosial media untuk bisnis.
- Membuat konten yang menjual.
- Menulis caption dengan sense copywriting penjualan.
- Membuat website.
- Belajar pemasaran dengan iklan berbayar di Instagram dan Facebook.
Awalnya Pak Aldi menjual banyak produk sebagai tahap awal, dan saya mendukungnya. Namun berjalannya waktu, ternyata pasar mengerucut pada satu atau dua produk saja.
Berbekal split testing ini, dalam sesi diskusi, Pak Aldi memutuskan berjualan satu jenis produk saja. Dan masya Allah, produk ini berkembang pesat. Hari ini memiliki banyak mitra di kota-kota besar di Indonesia.
Hasilnya: Dari bingung harus mulai dari mana, kini punya produk unggul yang berkembang pesat dengan jaringan mitra di berbagai kota besar.
Pak Daud, Bisnis Fashion Konsinyasi
Pak Daud sehari-hari konsinyasi produk yang diambil dari supplier, dititipkan ke toko-toko maupun pedagang fashion di pasar. Setiap hari dia titip barang ke pedagang sambil menarik hasil penjualan yang sudah laku.
Efeknya, kadang barang yang dititipkan tidak laku dan menumpuk di gudang. Repotnya, fashion itu kalau sudah menumpuk, trend sudah habis, barang jadi susah laku.
Maka beliau menemui kami dan meminta belajar online. Pak Daud pun belajar sosial media, Meta Ads, dan membuat website. Sambil tetap konsinyasi produk ke pasar.
Alhamdulillah penjualan mulai masuk, ternyata banyak dari marketplace. Dari situ diskusi kita tajamkan: kaidah posting di marketplace, cara menyusun penawaran, live di marketplace. Berkembang sampai saat ini.
Hasilnya: Konsinyasi offline sudah tidak dijalankan lagi. Sekarang sudah menjadi toko online fashion besar. Bisa jualan dari rumah, lebih santai, dan omsetnya jauh lebih besar, berlipat ganda dibandingkan konsinyasi ke toko-toko.
Jadi, Apa Itu Bisnis Coaching?
Bisnis Coaching adalah pendampingan intensif untuk pebisnis yang ingin membangun sistem digital bisnis dan digital marketingnya.
Bukan sekadar Deep Talk satu sesi. Ini adalah pendampingan berkelanjutan, Satu Pertemuan per minggu, sampai sistem benar-benar berjalan dan menghasilkan.
Saya pandu Anda mulai dari audit model bisnis, positioning, brand, membangun atau mengoptimasi tim, sampai optimasi AI untuk bisnis Anda. Semua dilakukan bersama, bukan diberi teori lalu disuruh sendiri.
Deep Talk menentukan arah. Coaching menjalankan arah tersebut sampai tujuan.
Yang Anda Dapatkan dari Bisnis Coaching
Audit Model Bisnis
Memahami produk dijual ke siapa, kenapa orang harus membeli, dan apa yang membuat bisnis ini berbeda.
Susun Strategi Kanal Marketing
Menentukan kanal yang paling cocok: Meta Ads, marketplace, sosial media, atau website. Tidak semua kanal harus dipakai, hanya yang teruji menghasilkan.
A/B Split Testing
Menguji kanal marketing secara sistematis untuk menemukan apa yang benar-benar bekerja, bukan menebak.
Struktur Tim Minimal
Tim desain, konten, CS, advertiser, seperti apa yang dibutuhkan, sesuai skala bisnis Anda.
CRM & Customer Retention
Susun konsep CRM supaya customer lama terus membeli ulang. Karena merawat customer lama jauh lebih murah daripada mencari yang baru.
Pendampingan Implementasi
Tidak hanya menyusun strategi, tapi dampingi sampai sistem benar-benar berjalan. Satu Pertemuan per minggu sampai hasil terlihat.
Tidak Setiap Bisnis Diterima
Offer ini tidak untuk semua bisnis. Ada seleksi calon klien sesuai dengan kompetensi saya.
Saya hanya menerima bisnis yang benar-benar siap dibangun, punya produk, punya komitmen, dan bersedia menjalankan proses pendampingan sampai tuntas.
Lebih baik menolak daripada menerima tapi tidak bisa memberikan hasil maksimal.
Investasi Bisnis Coaching
Pendampingan intensif untuk 1 perusahaan. Satu Pertemuan per minggu.
Per Perusahaan
Rp 5.000.000/bulan
- ✓ Satu Pertemuan per minggu
- ✓ Pendampingan bangun sistem digital bisnis
- ✓ Pendampingan digital marketing end-to-end
- ✓ Audit, strategi, implementasi, sampai jalan
Daripada Coba-Salah Sendiri, Lebih Baik Didampingi Sampai Jalan.
Deep Talk menentukan arah. Coaching menjalankan arah tersebut sampai tujuan.
Bisa mulai dari nol. Bisa dari bisnis yang stuck. Bisa dari yang sudah coba tapi belum maksimal.
Yang penting: punya produk, punya komitmen, dan siap dibangun bersama.
Satu Pertemuan per minggu, sampai sistem digital bisnis dan digital marketing Anda benar-benar berjalan dan menghasilkan.