Project Brain:
Otak dari Setiap Project
Panduan deep-dive 5 file Project Brain: AGENTS.md, PROJECT.md, CURRENT_SPRINT.md, NEXT_TASK.md, DECISIONS.md. Lengkap dengan contoh dummy Warung Bakso "Bakso Mas Jo" biar kamu paham nggak cuma teori, tapi juga praktiknya.
5
File Project Brain
1
Contoh Proyek
100%
Praktis Langsung
Ditulis oleh Anjrah Ari Susanto, S.Psi.
Founder & Pengajar Alanotech
Ringkasan Cepat
Panduan Project Brain dari AEOS: 5 file otak setiap project vibecoding — AGENTS.md, PROJECT.md, CURRENT_SPRINT.md, NEXT_TASK.md, DECISIONS.md. Lengkap dengan contoh dummy Warung Bakso "Bakso Mas Jo" agar paham praktiknya, bukan cuma teori. Investasi 10-15 menit mengisi file ini menghemat berjam-jam dalam jangka panjang.
Navigasi
Daftar Isi
9 bagian yang akan mengubah cara kamu mengelola project dengan AI
Pengantar
Apa Itu Project Brain?
Project Brain adalah sekumpulan file Markdown yang ditaruh di folder .ai/ dalam setiap project yang menggunakan AEOS. Fungsinya: memberi AI konteks persisten tentang project spesifik itu. Bedanya dengan AEOS Core yang ngasih standar umum, Project Brain ngasih konteks khusus project kamu.
Ada 5 file dalam Project Brain:
| File | Fungsi | Dibaca Kapan? |
|---|---|---|
| AGENTS.md | DNA project: tujuan, misi, scope, prinsip kerja | Pertama kali AI masuk project |
| PROJECT.md | Cetak biru: overview, tech stack, user, bisnis | Setelah AGENTS.md, atau pas butuh konteks teknis |
| CURRENT_SPRINT.md | Tracker sprint: goal, progress, tugas sisa | Setiap kali mulai atau update pekerjaan |
| NEXT_TASK.md | Task queue prioritas: apa yang harus dikerjain sekarang | Sebelum milih tugas berikutnya |
| DECISIONS.md | Catatan keputusan engineering + alasan | Sebelum ubah keputusan yang udah dibuat |
Karena fungsinya kayak otak manusia. Otak nyimpen identitas kamu (AGENTS.md), pengetahuan umum (PROJECT.md), ingatan jangka pendek tentang apa yang lagi dikerjain (CURRENT_SPRINT.md), daftar tugas yang harus dilakukan (NEXT_TASK.md), dan pelajaran dari pengalaman masa lalu (DECISIONS.md). Tanpa Project Brain, AI tiap kali masuk project kayak orang amnesia: nggak ingat apa-apa dan harus dikasih tahu dari awal lagi.
Kesalahan yang sering terjadi: Murid vibecoding sering skip ngeisi Project Brain karena dianggap "buang waktu." Padahal 10 menit ngeisi file ini bisa nghemat berjam-jam ngulang-ulang konteks ke AI. Ingat: project tanpa Project Brain = AI tanpa konteks = hasil asal-asalan.
Contoh Proyek
Proyek Contoh: Website Warung Bakso "Bakso Mas Jo"
Sepanjang panduan ini, kita akan pake contoh proyek fiktif biar kamu beneran paham. Kenalin: Bakso Mas Jo.
Bakso Mas Jo: Website Pemesanan Bakso Online
Seorang tukang bakso bernama Pak Jo ingin punya website biar pelanggan bisa liat menu, pesan bakso online, dan tracking delivery. Target: ibu-ibu kompleks dan anak kos sekitar.
Tech stack yang dipake:
Debian 12 VPS
Nginx + SSL
Laravel 11
PostgreSQL
Tailwind CSS + Alpine.js
Redis
File #1
AGENTS.md: DNA Project
AGENTS.md adalah file pertama yang dibaca AI saat masuk project. Isinya esensi project: buat apa project ini, misinya apa, batasannya di mana, dan prinsip apa yang harus dipegang.
Apa Isi AGENTS.md?
| Bagian | Fungsi |
|---|---|
| Purpose | Nama project + deskripsi satu kalimat. AI harus langsung paham ini project apa. |
| Mission | Tujuan besar yang mau dicapai. Satu paragraf maksimal. |
| Scope | Batas project: apa yang termasuk dan apa yang tidak. Biar AI nggak ngoding fitur di luar batas. |
| Working Principles | Prinsip kerja yang harus dipegang AI selama ngoding. Ngikutin standar AEOS. |
Contoh AGENTS.md untuk Bakso Mas Jo
# AGENTS # Purpose Bakso Mas Jo - Website pemesanan bakso online untuk pelanggan di kompleks Perumahan Griya Asri dan sekitarnya. # Mission Membantu Pak Jo menjual bakso secara online dengan sistem pemesanan yang mudah, tracking delivery real-time, dan manajemen stok bahan baku otomatis. Target: 50 order/hari dalam 3 bulan pertama. # Scope In scope: - Landing page menu bakso dengan foto dan harga - Sistem pemesanan (pilih menu, keranjang, checkout) - Tracking delivery (status: dimasak, diantar, sampai) - Admin panel untuk Pak Jo (kelola menu, liat order) - Notifikasi WhatsApp otomatis ke pelanggan Out of scope: - Pembayaran online (cash on delivery dulu) - Aplikasi mobile native - Multi-kurir atau marketplace # Working Principles * Follow AEOS standards (rules, memories, skills). * Execution first, discussion when blocked. * Keep it simple. Ship working increments. * Security is a constraint, not optional. * Responsive dan mobile-first (pelanggan mostly akses dari HP). # Final Principle Bakso Mas Jo harus online dalam 2 minggu. Fitur yang nggak esensial: skip dulu.
Bayangin kamu nyuruh AI ngerjain project Bakso Mas Jo. Tanpa AGENTS.md, AI bisa aja bikin fitur pembayaran online, bikin aplikasi React Native, atau malah bikin marketplace, padahal yang diminta Pak Jo cuma website sederhana dengan COD. AGENTS.md ngehentiin AI sebelum ngoding fitur di luar scope. Ini jaring pengaman nomor satu.
Salah vs Benar
| Yang Salah | Yang Benar | |
|---|---|---|
| Purpose | "Website bakso" | "Website pemesanan bakso online untuk pelanggan di Kompleks Griya Asri" |
| Scope | Nggak ditulis. AI bikin fitur pembayaran online yang nggak diminta. | Ditulis jelas: COD dulu, pembayaran online out of scope. AI fokus ke yang penting. |
| Final Principle | Nggak ada. AI ngerjain santai, 2 minggu cuma landing page. | "Bakso Mas Jo harus online dalam 2 minggu." AI kerja dengan urgency yang jelas. |
File #2
PROJECT.md: Cetak Biru Project
Kalau AGENTS.md adalah DNA (siapa kamu), PROJECT.md adalah cetak biru teknis (gimana kamu dibangun). Isinya detail teknis: tech stack, user roles, business goal, dan success criteria. AI baca file ini pas butuh konteks teknis sebelum nulis kode.
Apa Isi PROJECT.md?
| Bagian | Fungsi |
|---|---|
| Summary | Paragraf yang jelasin project ini buat siapa dan kenapa ada. |
| Business Goal | Tujuan bisnis yang pengen dicapai. Bukan teknis, tapi dampak bisnis. |
| Primary Users | Siapa aja yang pake produk ini. Bantu AI bikin keputusan UX yang tepat. |
| Technology Stack | Daftar teknologi yang dipake. Biar AI nggak pake Laravel pas projectnya pake Go. |
| Non Goals | Yang jelas-jelas BUKAN tujuan project. Biar AI nggak salah arah. |
| Success Criteria | Ukuran keberhasilan yang terukur. Bisa dijawab: "berhasil apa belum?" |
Contoh PROJECT.md untuk Bakso Mas Jo
# PROJECT # Project Name Bakso Mas Jo # Summary Website pemesanan bakso online untuk Pak Jo yang punya warung bakso di Kompleks Griya Asri. Pelanggan bisa liat menu, order bakso, dan tracking delivery. Target pengguna: ibu rumah tangga dan anak kos di sekitar kompleks. # Business Goal Meningkatkan penjualan Pak Jo dari rata-rata 20 porsi/hari (luring) menjadi 70 porsi/hari (luring + online) dalam 3 bulan. Omzet naik dari 3 juta/hari ke 7 juta/hari. # Primary Users * Pelanggan: Ibu rumah tangga (30-50 thn) dan anak kos (18-25 thn) di sekitar Griya Asri. Akses dari HP. * Pak Jo: Pemilik warung, umur 45 thn, butuh admin panel sederhana buat kelola menu dan liat order. # Technology Stack * OS / Server: Debian 12 di VPS (DigitalOcean) * Web Server: Nginx dengan SSL (Let's Encrypt) * Language / Framework: PHP 8.3, Laravel 11 * Database: PostgreSQL 16 * Frontend: Blade + Tailwind CSS 3 + Alpine.js * Cache: Redis 7 * Queue: Laravel Queue (database driver) * Notification: WhatsApp API (Wablas/WhatsApp Business) # Non Goals * Bukan aplikasi mobile native * Bukan sistem pembayaran online * Bukan multi-kurir atau logistik * Bukan e-commerce general (khusus bakso aja) # Success Criteria * Website bisa diakses publik di https://baksomasjo.com * Pelanggan bisa daftar, liat menu, dan order dalam 3 klik * Pak Jo bisa kelola menu (tambah/hapus/ubah) dari HP * Notifikasi WA otomatis terkirim pas order masuk * Waktu muat halaman di HP di bawah 3 detik
Banyak murid cuma nulis "Technology Stack" doang, lupa nulis "Non Goals." Padahal ini krusial. Kalau kamu nggak nulis "bukan aplikasi mobile," AI bisa aja tiba-tiba ngajakin bikin React Native. Non Goals itu pagar yang ngejaga AI tetep di jalur.
Salah vs Benar
| Yang Salah | Yang Benar | |
|---|---|---|
| Summary | "Website bakso online" | Spesifik: siapa targetnya, masalah apa yang dipecahkan, gimana solusinya. |
| Tech Stack | "Laravel, Bootstrap": beda dari standar AEOS yang pake Tailwind. | "Laravel 11, Tailwind CSS 3, Alpine.js": sesuai standar AEOS Design Skill. |
| Success Criteria | "Website bagus dan lancar": nggak terukur. | "Waktu muat di bawah 3 detik": terukur, bisa di-test. |
File #3
CURRENT_SPRINT.md: Sprint Tracker
CURRENT_SPRINT.md adalah status real-time project. Ini yang ngejawab: "Kita lagi di mana? Udah sejauh mana? Yang masih kurang apa?" File ini harus di-update setiap kali ada progress.
Apa Isi CURRENT_SPRINT.md?
| Bagian | Fungsi |
|---|---|
| Sprint & Status | Nomor sprint dan status (Not Started / In Progress / Done). |
| Sprint Goal | Satu paragraf tentang target sprint ini. AI pake ini buat prioritasin kerjaan. |
| Progress | Persentase progress. Jujur aja, ini buat diri sendiri biar tau udah sejauh mana. |
| Current Focus | Yang lagi dikerjain sekarang. Biar AI tau apa yang harus difokusin. |
| Completed | Yang udah beres di sprint ini. Lengkapin terus pas ada yang selesai. |
| Remaining Tasks | Yang belum dikerjain. Bedanya dengan NEXT_TASK: ini daftar all tasks, bukan prioritas. |
| Known Issues | Blocker, risk, atau masalah yang belum ke-solve. Biar transparan. |
Contoh CURRENT_SPRINT.md untuk Bakso Mas Jo
# CURRENT_SPRINT # Sprint Sprint 1 Status: In Progress # Sprint Goal Membuat landing page menu bakso, sistem registrasi/login pelanggan, dan fitur order sederhana. Target: pelanggan bisa buka website, liat menu, dan kirim order dalam 3 hari kerja. # Progress 60% # Current Focus Integrasi WhatsApp API untuk notifikasi order masuk ke Pak Jo. # Completed * Landing page menu bakso dengan foto dan harga * Halaman registrasi dan login pelanggan * Halaman profil pelanggan * Sistem keranjang belanja sederhana # Remaining Tasks * Form checkout dan konfirmasi order * Integrasi WhatsApp API (Wablas) * Tracking status order (dimasak, diantar, sampai) * Admin panel sederhana buat Pak Jo * Deploy ke VPS Debian + Nginx # Known Issues * API key Wablas masih nunggu aktivasi (udah daftar, nunggu 1x24 jam) * Foto bakso masih pake placeholder dari Unsplash, nunggu Pak Jo kirim foto asli
Coba bayangin: kamu lagi ngoding fitur A. Terus kamu ganti session, atau AI kamu ganti. AI baru baca CURRENT_SPRINT.md, langsung tau: "Oh, progress baru 60%, lagi fokus di integrasi WA, yang udah beres landing page dan login." Tanpa ini, AI baru bakal nanya dari awal: "Udah sampe mana?" Itu artinya kamu harus ngulang-ngulang konteks.
Salah vs Benar
| Yang Salah | Yang Benar | |
|---|---|---|
| Progress | "50%": nggak pernah di-update, udah 2 minggu stagnan. | Update tiap kali selesai tugas. Jujur: 60% ya 60%, nggak usah dilebihin. |
| Remaining Tasks | "Yang lain": vague, AI bingung harus ngapain. | Spesifik: "Integrasi WhatsApp API, tracking order, admin panel, deploy." |
| Known Issues | Nggak diisi. AI nggak tau kalau API key lagi pending. | Ditulis: "API key Wablas masih nunggu aktivasi." AI nggak bakal nanya kenapa fitur WA error. |
File #4
NEXT_TASK.md: Task Queue Prioritas
Kalau CURRENT_SPRINT.md adalah status, NEXT_TASK.md adalah kompas yang ngarahin AI ke tugas yang harus dikerjain sekarang. Ini prioritas tugas yang udah diurutin: yang paling penting di Priority 1, yang bisa nunggu di Priority 3.
Apa Isi NEXT_TASK.md?
| Bagian | Fungsi |
|---|---|
| Current Priority | Satu kalimat: "Yang paling penting sekarang apa?" Biar AI fokus. |
| Priority 1, 2, 3 | Tugas diurutin prioritas, masing-masing dengan status (Pending / In Progress / Done). |
Contoh NEXT_TASK.md untuk Bakso Mas Jo
# NEXT_TASK # Purpose Prioritized task queue untuk Bakso Mas Jo. AI pake ini sebagai panduan setelah baca AGENTS.md, PROJECT.md, CURRENT_SPRINT.md, dan DECISIONS.md. # Current Priority Integrasi WhatsApp API biar order masuk bisa ngirim notifikasi ke HP Pak Jo. # Task Queue ## Priority 1 Integrasi WhatsApp API (Wablas) buat notifikasi order Status: In Progress ## Priority 2 Halaman checkout dan konfirmasi order Status: Pending ## Priority 3 Tracking status order: dimasak, diantar, sampai Status: Pending ## Priority 4 Admin panel Pak Jo: daftar order, update status Status: Pending ## Priority 5 Deploy ke VPS Debian + Nginx + SSL Status: Pending
CURRENT_SPRINT.md itu peta lengkap semua tugas di sprint ini. NEXT_TASK.md itu prioritas urutannya. Contoh: di CURRENT_SPRINT ada 7 tugas, di NEXT_TASK kamu urutin mana yang dikerjain dulu. NEXT_TASK adalah "apa yang harus saya lakukan SEKARANG" untuk AI. Ini yang bikin AI nggak bingung milih tugas.
Salah vs Benar
| Yang Salah | Yang Benar | |
|---|---|---|
| Current Priority | "Menyelesaikan website": terlalu umum, AI bingung mulai dari mana. | "Integrasi WhatsApp API biar order masuk bisa kirim notifikasi.": spesifik, jelas. |
| Urutan Prioritas | Prioritas nggak berurutan atau semua P1. AI bingung yang mana duluan. | Urut bener: P1 (paling penting), P2, P3. AI tinggal ambil P1 dan jalan. |
| Status | Nggak ada status. AI nggak tau mana yang udah dikerjain. | Setiap tugas ada status: Pending / In Progress / Done. Transparan. |
File #5
DECISIONS.md: Catatan Keputusan Engineering
DECISIONS.md adalah yang paling sering dilupain, tapi paling berharga dalam jangka panjang. Ini catatan semua keputusan engineering penting beserta alasannya. Kenapa pake Laravel bukan React? Kenapa pake PostgreSQL bukan MySQL? Semua dicatat di sini.
Apa Isi DECISIONS.md?
| Bagian | Fungsi |
|---|---|
| Title | Judul keputusan. Harus langsung jelas keputusan apa. |
| Decision | Apa yang diputuskan. Tegas, nggak ambigu. |
| Reason | Kenapa keputusan ini diambil. Ini yang paling penting. Nantinya orang lain (atau AI) bisa paham konteksnya. |
Contoh DECISIONS.md untuk Bakso Mas Jo
# DECISIONS # Engineering Decisions Record of important decisions and their rationale. AI dan developer harus paham reasoning sebelum mengubah keputusan. # Decision 001 ## Title Stack: Laravel instead of Go ## Decision Pake Laravel 11 sebagai framework backend, bukan Go. ## Reason Pak jo butuh website dalam 2 minggu. Tim vibecoding lebih paham Laravel daripada Go. Laravel juga punya ekosistem yang lebih cepat untuk CRUD + auth + notifikasi. Go akan dipake nanti kalau skala udah besar dan butuh performa tinggi. # Decision 002 ## Title CSS Framework: Tailwind instead of Bootstrap ## Decision Pake Tailwind CSS 3 + Alpine.js, bukan Bootstrap. ## Reason Sesuai standar AEOS Design Skill yang mewajibkan Tailwind. Tailwind lebih fleksibel untuk desain light-theme yang nggak keliatan kayak template Bootstrap generic. Alpine.js cukup untuk interaktivitas ringan tanpa perlu React/Vue. # Decision 003 ## Title Database: PostgreSQL instead of MySQL ## Decision Pake PostgreSQL 16, bukan MySQL. ## Reason PostgreSQL lebih baik untuk JSON data (menu bakso punya variants: ukuran, topping, level pedas). Juga support queue Laravel lebih stabil. Sesuai standar AEOS DevOps Skill. # Decision 004 ## Title Notification: WhatsApp instead of Email/SMS ## Decision Pake WhatsApp API (Wablas) untuk notifikasi order, bukan email atau SMS. ## Reason Target pasar ibu rumah tangga dan anak kos. Mereka lebih sering buka WhatsApp daripada email. Biaya lebih murah daripada SMS. Lebih personal dan cepat. # Decision 005 ## Title Payment: COD only, no payment gateway ## Decision Pembayaran Cash on Delivery (COD) dulu. Nggak pake payment gateway (Midtrans/Xendit) di fase awal. ## Reason Mengurangi kompleksitas development. Pak Jo lebih nyaman dengan COD. Pelanggan di kompleks juga kenal sama Pak Jo, jadi trust issue minimal. Payment gateway bisa ditambah di sprint berikutnya kalo perlu.
Soalnya pas lagi ngoding, kamu ngerasa keputusan yang diambil itu "udah jelas banget, nggak perlu dicatat." Tapi coba 3 bulan kemudian: kamu balik lagi ke project, liat pake Laravel, dan bertanya-tanya "kenapa dulu pake Laravel ya?" Tanpa DECISIONS.md, kamu nggak akan tau jawabannya. Atau lebih parah, AI baru masuk project dan nanya ulang keputusan yang udah diputusin. Makanya catat: biar nggak ada "ah, udah lupa."
Salah vs Benar
| Yang Salah | Yang Benar | |
|---|---|---|
| Isi Keputusan | "Pake Laravel": doang, tanpa alasan. 3 bulan lagi bingung sendiri. | "Pake Laravel karena deadline 2 minggu dan tim lebih paham.": jelas reasoning-nya. |
| Frekuensi | Nggak pernah dicatat. AI masuk project baru, nanya ulang semua dari awal. | Setiap keputusan penting dicatat. AI langsung baca dan paham konteks tanpa nanya. |
| Bahasa | Pake bahasa teknis yang ribet, susah dipahami AI atau developer lain. | Bahasa Indonesia yang jelas. "Karena target pasar buka WA daripada email.": langsung paham. |
Alur Kerja
Alur Kerja Project Brain
Biar kamu makin paham, ini gimana alur kerja Project Brain dari awal project sampai sehari-hari:
Buat Project Baru
Ikutin new-project.md: copy template Project Brain ke .ai/, isi AGENTS.md dan PROJECT.md sesuai project kamu.
Mulai Sprint Pertama
Bikin CURRENT_SPRINT.md: tentuin sprint goal, tulis task-task di Remaining Tasks, urutin prioritas di NEXT_TASK.md.
Kerja & Update Terus
Tiap kali selesai suatu tugas: update CURRENT_SPRINT.md (progress, completed), update NEXT_TASK.md (status tugas), catat keputusan di DECISIONS.md.
Ganti Session / AI
Pas balik lagi atau pake AI baru, AI baca urutan: AGENTS.md -> PROJECT.md -> DECISIONS.md -> CURRENT_SPRINT.md -> NEXT_TASK.md. Langsung paham konteks tanpa perlu kamu jelasin ulang.
Bikin kebiasaan buat update Project Brain setiap kali kamu selesai sesi vibecoding. Cuma butuh 2-3 menit, tapi besoknya (atau minggu depannya) kamu bakal berterima kasih. AI baru tinggal baca dan langsung kerja, nggak perlu tanya "udah sampe mana?"
Penutup
Ringkasan: 5 File, 5 Fungsi
| File | Analogi | Pertanyaan yang Dijawab |
|---|---|---|
| AGENTS.md | DNA | "Project ini tentang apa?" |
| PROJECT.md | Cetak Biru | "Gimana project ini dibangun?" |
| CURRENT_SPRINT.md | Status Report | "Udah sampe mana?" |
| NEXT_TASK.md | Kompas | "Yang harus dikerjain sekarang apa?" |
| DECISIONS.md | Pelajaran | "Kenapa dulu ambil keputusan ini?" |
Project Brain ini bukan birokrasi yang bikin kamu lambat. Ini investasi. Investasi 10-15 menit buat ngeisi 5 file ini akan menghematmu berjam-jam dalam jangka panjang. Kamu nggak perlu ngulang-ulang konteks ke AI. Kamu nggak perlu ingat semua keputusan teknis. Cukup update Project Brain, dan AI (atau developer lain, atau kamu sendiri 3 bulan lagi) tinggal baca.
"Project Brain adalah memori jangka panjang project kamu. Semakin rajin kamu update, semakin jarang AI bilang: 'Saya nggak punya konteks tentang project ini.'"
Project Brain AEOS: Anjrah Engineering AI Operating System. Kembali ke Panduan AEOS Core
Baca Juga
Artikel Terkait
Lanjut eksplor dunia AEOS, vibecoding, dan AI
AEOS Core: Panduan Lengkap Vibecoding
Memahami setiap baris, folder, dan filosofi AEOS Core
Product PlanningProduct Planning AEOS: Berpikir Sebelum Ngoding
6 langkah produk sebelum kamu tulis satu baris kode pun
KelasKelas Vibecoding: Bikin Website & Project AI
Belajar vibecoding dari nol sampai production
DesainElemen Desain Website: UI/UX yang Bekerja
Dasar desain website untuk vibecoding
HostingVPS atau Hosting? Panduan Memilih
Pilih tempat nginepin website buat project AI
Disclaimer: Ditulis oleh Anjrah Ari Susanto, S.Psi. (Founder & Pengajar Alanotech). Warung Bakso "Bakso Mas Jo" adalah contoh dummy untuk tujuan edukasi.