Lewati ke konten utama
Project

Karir Hub Sangkal Putung Nusantara

From Offline Recruitment to a Structured Digital Hiring System

Sangkal Putung Nusantara · Karir Hub Sangkal Putung Nusantara · Surakarta

Dari promosi offline dan chat WhatsApp yang kewalahan, menjadi sistem rekrutmen digital yang terstruktur.

Bukan sekadar career portal, tetapi infrastructure yang mengubah data pelamar menjadi talent database yang dapat dicari kembali.

Karir Hub Sangkal Putung Nusantara Sangkal Putung Nusantara menampilkan screenshot utama

The Business Context

Konteks Bisnis

Saat project ini dimulai, Sangkal Putung Nusantara sedang berada pada tahap awal transformasi digital.

Beberapa unit usaha sebelumnya lebih banyak mendapatkan exposure melalui aktivitas offline dan jaringan masing-masing tim.

Untuk kebutuhan recruitment, cara tersebut masih berjalan, tetapi jangkauannya terbatas.

Kebutuhan talent mulai meningkat.

Pertanyaannya kemudian bukan lagi sekadar bagaimana menjalankan recruitment seperti biasa.

Pertanyaannya:

Bagaimana memperluas sumber kandidat?

Bagaimana membuat prosesnya lebih terstruktur?

Dan bagaimana agar kandidat yang pernah masuk tidak hilang begitu saja?

The Problem

Apa yang Sebelumnya Sulit Dilakukan

Recruitment sebelumnya terjebak di WhatsApp. Chat menumpuk, berkas berserakan, dan kandidat potensial hilang begitu saja setelah lowongan ditutup. Tidak ada cara untuk menandai, menggrading, atau mencari kembali pelamar yang pernah masuk.

The Approach

Bagaimana Problem Dimodelkan

Kami membangun Karir Hub bukan sebagai website lowongan biasa, tetapi sebagai recruitment infrastructure yang lengkap. Setiap tahap dalam candidate journey memiliki peran spesifik, dan setiap data kandidat tersimpan dalam profile yang dapat ditelusuri kembali.

Platform ini dikembangkan dengan custom application architecture, bukan CMS generik. Hal ini memungkinkan kontrol penuh atas candidate workflow, profiling, assessment, dan talent database.

What We Built

Yang Dibangun

Custom digital recruitment system yang mengubah recruitment dari promosi offline dan WhatsApp menjadi workflow terstruktur, sekaligus membangun talent database yang dapat dicari kembali.

Karir Hub homepage showing active job vacancies and candidate search

Homepage above fold

Karir Hub homepage section showing open job applications and available positions

Open vacancies section

Outcome / Capability

Hasil dan Capability

Key Capabilities

  • Custom digital recruitment system
  • Career portal with job discovery
  • Candidate registration and application form
  • Structured candidate profile
  • Online mini interview
  • Work style assessment
  • Psychogram visualization
  • Match score and overall score as screening signals
  • Document management within candidate profile
  • HRD applicant management dashboard
  • Applicant lifecycle tracking
  • Talent database with search and review
  • Talent reactivation workflow
  • SEO-friendly job pages
  • Performance-optimized for paid traffic
  • Responsive mobile experience
  • Discovery

    Before Building the System, We Looked at the Process

    Dalam diskusi awal, kami tidak langsung mulai dari pertanyaan:

    "Website seperti apa yang harus dibuat?"

    Kami mulai dari memahami bagaimana recruitment berjalan saat itu.

    Sumber kandidat berasal dari:

    - promosi offline

    - status organik Facebook dari tim

    - jaringan personal

    - komunikasi langsung melalui WhatsApp

    Kebutuhan talent belum mencukupi.

    Dari sini muncul ruang untuk menguji channel acquisition baru.

    Untuk proses pembinaan dan discovery awal, kebutuhan bisnis dibahas lebih mendalam melalui pendekatan Deep Talk.

    The First Shift

    The First Shift, Expanding Candidate Acquisition

    Why Not Use Paid Traffic?

    Salah satu reframing yang muncul dalam diskusi adalah:

    Jika kebutuhan talent lebih besar daripada jangkauan organic network, mengapa tidak membuka channel acquisition yang dapat menjangkau kandidat lebih luas?

    Meta Ads kemudian mulai diuji.

    Untuk pertama kalinya, recruitment tidak hanya menunggu kandidat datang dari jaringan organik dan offline.

    Traffic kandidat mulai dapat didatangkan secara lebih aktif.

    The Bottleneck

    More Response, New Bottleneck

    Paid traffic bekerja.

    Response meningkat.

    Tetapi peningkatan response tidak otomatis menyelesaikan recruitment.

    Justru muncul problem baru.

    Ketika iklan diarahkan langsung ke WhatsApp HRD, setiap response menjadi pekerjaan baru yang harus ditangani secara manual.

    Chat bertambah.

    Pertanyaan bertambah.

    Berkas masuk.

    Follow-up bertambah.

    Dan HRD harus memilah semuanya sendiri.

    The Real Problem

    The Problem Was No Longer Acquisition

    Di tahap ini, problem awal berubah.

    Sebelumnya:

    "Kami kekurangan pelamar."

    Sekarang:

    "Kami memiliki banyak response, tetapi bagaimana cara mengelolanya?"

    Lebih jauh lagi:

    "Bagaimana mengetahui kandidat mana yang benar-benar relevan sebelum HRD menghabiskan waktu untuk interview offline?"

    Ini menjadi titik penting dalam project.

    Karena menambah traffic saja tidak cukup.

    Traffic perlu berubah menjadi candidate journey yang lebih terstruktur.

    Quality Problem

    More Applicants Did Not Automatically Mean Better Candidates

    Jumlah orang yang merespons iklan meningkat.

    Tetapi kandidat yang akhirnya datang ke proses offline belum selalu sesuai dengan profil yang dibutuhkan.

    Ada gap antara:

    PEOPLE WHO RESPOND

    dan

    PEOPLE WHO SHOULD BE INTERVIEWED

    Maka problem recruitment sebenarnya memiliki dua sisi:

    ACQUISITION

    dan

    QUALIFICATION.

    The Second Reframe

    From Lead Management to Talent Management

    The Lead Should Not Disappear Into WhatsApp

    Di sinilah kami melihat persoalan yang lebih besar.

    Ketika kandidat datang melalui WhatsApp, data kandidat mudah tenggelam di antara percakapan lain.

    Hari ini mungkin HRD membutuhkan kandidat untuk satu posisi.

    Besok kebutuhan berubah.

    Bulan depan mungkin ada posisi lain yang kosong.

    Tetapi jika data kandidat hanya tersimpan di WhatsApp, menemukan kembali kandidat lama menjadi sulit.

    Padahal bisa saja ada kandidat yang:

    - belum cocok untuk posisi sebelumnya

    - belum cocok dengan timing sebelumnya

    - belum dipilih karena kebutuhan saat itu berbeda

    - sebenarnya memiliki potensi untuk posisi lain

    - bisa dikembangkan menjadi talent yang lebih baik

    - pernah menunjukkan potensi tetapi belum saatnya bergabung

    Maka data kandidat seharusnya tidak diperlakukan sebagai percakapan yang selesai.

    Ia perlu menjadi data yang dapat digunakan kembali.

    The Talent Bank

    Building a Talent Bank

    Today's Applicant Can Become Tomorrow's Talent

    Karir Hub mengubah cara perusahaan memandang data pelamar.

    Di WhatsApp, menandai pelamar potensial itu sulit. Tidak ada grading, tidak ada kategori, tidak ada cara mudah untuk mencari kembali kandidat tertentu di antara ratusan chat.

    Di Karir Hub, HRD bisa melihat seluruh kandidat dalam satu dashboard. Kandidat bisa ditandai, dikategorikan, dan dicari kembali berdasarkan posisi, pengalaman, atau hasil assessment.

    Misalnya, pelamar A diterima untuk posisi yang dibuka hari ini. Tetapi pelamar B, C, D, dan E yang juga melamar posisi tersebut tidak hilang. Mereka tetap ada di talent database dengan profile, jawaban, hasil assessment, dan dokumen yang tersimpan rapi.

    Ketika tiga bulan kemudian ada posisi baru yang kosong, HRD tidak harus mulai dari nol. Cukup buka talent database, cari kandidat yang profilnya relevan, dan hubungi mereka kembali tanpa ribet.

    Why Talent Bank Matters

    The Value Is Not Only in Today's Hiring

    Bayangkan perusahaan saat ini sebenarnya sudah memiliki cukup banyak talent.

    Tidak ada posisi baru yang sedang dibuka. Tetapi beberapa bulan kemudian, ada anggota tim yang keluar, ada unit baru yang berkembang, ada posisi yang membutuhkan pengganti, atau ada kebutuhan talent dengan karakteristik tertentu.

    Tanpa talent database, proses recruitment kembali dimulai dari nol. Buat iklan, tunggu response, screening dari awal.

    Dengan talent bank, perusahaan sudah memiliki history kandidat yang pernah masuk ke ecosystem recruitment. HRD dapat kembali membuka data tersebut dan mencari kandidat yang mungkin relevan, tanpa harus menunggu iklan baru berjalan.

    Talent Reactivation

    A Candidate Can Be Revisited

    Tidak semua kandidat yang tidak diterima berarti kandidat yang buruk.

    Bisa saja pada saat itu posisinya belum tepat, tim belum membutuhkan, pengalaman belum cukup, tim sudah memiliki orang yang sesuai, atau timing kandidat dan perusahaan belum bertemu.

    Beberapa bulan kemudian, situasinya dapat berubah. Talent bank memungkinkan perusahaan melihat kembali kandidat tersebut dengan konteks yang masih tersedia.

    Review

    Reactivate

    Reassess

    Recruit

    Replacement Scenario

    When You Need a Replacement

    Sistem tidak menjamin kandidat lama pasti sesuai. Tetapi sistem membuat perusahaan tidak harus selalu memulai dari nol.

    Without Talent Bank

    Buat lowongan baru

    Jalankan iklan

    Tunggu response

    Screening

    Interview

    Mulai dari awal

    With Talent Bank

    Identifikasi kebutuhan

    Cari kandidat lama yang relevan

    Review profile

    Review history

    Hubungi kandidat

    Reassess bila diperlukan

    Lanjutkan recruitment

    Organizational Memory

    Recruitment Should Build Organizational Memory

    Ini adalah salah satu nilai strategis terbesar dari sistem.

    WhatsApp adalah communication channel. Tetapi WhatsApp bukan talent database.

    Di WhatsApp, percakapan bisa tenggelam di antara ratusan chat lain. File sulit dicari. Informasi kandidat tersebar. Context bisa hilang begitu saja.

    Di Karir Hub, data kandidat tersimpan dalam profile yang terstruktur. HRD dapat menandai kandidat potensial, memberikan kategori, dan mencari kembali berdasarkan kriteria tertentu. Informasi tidak hilang bersama history chat.

    Dengan candidate management system, perusahaan mulai membangun organizational memory untuk recruitment. Data kandidat dapat ditelusuri kembali ketika dibutuhkan.

    From WhatsApp to System

    Moving Candidate Data Out of the Chat

    WHATSAPP = COMMUNICATION CHANNEL. CAREER HUB = TALENT SYSTEM.

    Old

    Meta Ads

    WhatsApp

    Chat

    Attachments

    Manual HRD Screening

    Conversation gets buried

    New

    Meta Ads

    Career Hub

    Application

    Candidate Profile

    Interview

    Assessment

    Documents

    Screening

    Talent Database

    Future Recruitment

    Applicant Management

    From WhatsApp Conversations to Structured Applicant Data

    Setelah kandidat melakukan application, data tidak lagi harus dikelola melalui percakapan WhatsApp.

    HRD memiliki dashboard untuk melihat lifecycle pelamar.

    Dashboard memperlihatkan antara lain:

    - Total Pelamar

    - Baru Apply

    - Screening

    - Interview

    - Diterima

    - Skor rata-rata

    Daftar pelamar juga memperlihatkan:

    - kandidat

    - posisi

    - status

    - tier

    - life path

    - score

    - tanggal apply

    - action

    Sistem memberikan HRD satu tempat untuk mengelola proses kandidat.

    Karir Hub applicant management dashboard showing applicant status, screening stage, interview stage, and scores

    Applicant management dashboard

    Applicant Profile

    One Candidate, One Structured Profile

    Salah satu masalah recruitment melalui WhatsApp adalah informasi kandidat mudah tersebar.

    Nama di satu tempat.

    CV di tempat lain.

    Jawaban di chat.

    Dokumen di attachment.

    Informasi lain mungkin harus ditanyakan ulang.

    Karir Hub menyatukan informasi tersebut dalam satu candidate profile.

    Profile dapat memuat:

    - pendidikan

    - pengalaman

    - agama

    - lokasi

    - gaji minimum

    - gaji maksimum

    - informasi personal yang relevan

    - posisi yang dilamar

    Dengan demikian, HRD dapat melihat kandidat sebagai satu profile yang lebih utuh.

    Karir Hub candidate profile showing education, experience, location, salary expectations, and position applied for

    Candidate profile

    Match Score

    A Signal Before the Interview

    Candidate profile juga menampilkan Match Score dan Overall Score.

    Pada screenshot contoh, sistem menampilkan:

    Match Score: 77.8%

    Overall Score: 48.9%

    Score tersebut diposisikan sebagai signal tambahan dalam proses screening.

    Score tidak menentukan kandidat diterima atau ditolak secara otomatis.

    Score bukan keputusan AI.

    Score memberikan signal tambahan, membantu prioritisasi kandidat, dan membantu HRD melihat kandidat secara lebih terstruktur.

    Keputusan tetap berada pada HRD.

    Online Mini Interview

    A First Interview Before the Offline Interview

    Sistem menyediakan mini interview yang dapat disesuaikan dengan posisi yang sedang dibuka.

    Pertanyaan dapat menggali motivasi kandidat, alasan melamar, pemahaman terhadap posisi, dan informasi lain yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.

    Sebagian konteks kandidat sudah tersedia sebelum kandidat datang untuk wawancara offline.

    Karir Hub online mini interview showing candidate answers to position-specific interview questions

    Online mini interview

    Work Style Assessment

    Understanding Work Style

    Karir Hub juga menyediakan assessment praktis untuk memberikan gambaran tambahan mengenai kecenderungan gaya kerja kandidat.

    Hasilnya ditampilkan dalam candidate profile sebagai additional signal.

    Assessment bukan pengganti interview dan bukan keputusan otomatis.

    Karir Hub work style assessment showing multiple work style indicators and psychological tendencies

    Work style assessment

    Psychogram

    A More Complete Candidate Picture

    Hasil assessment dapat ditampilkan dalam bentuk psikogram.

    Screenshot menunjukkan forced-choice assessment dengan pendekatan MOST / LEAST.

    Hasilnya kemudian divisualisasikan ke dalam beberapa dimensi gaya kerja dan temperamen.

    Psikogram bukan diagnosis.

    Psikogram bukan keputusan otomatis.

    Psikogram bukan pengganti wawancara.

    Ia adalah data tambahan yang membantu HRD menggali kandidat lebih dalam.

    Karir Hub psychogram showing forced-choice MOST and LEAST assessment results visualized across work style dimensions

    Psychogram

    Document Management

    Documents, Where They Belong

    Berkas kandidat juga menjadi bagian dari candidate profile.

    Foto, ijazah, dan dokumen pendukung dapat dikumpulkan sesuai kebutuhan recruitment.

    Dokumen tidak lagi harus dicari dari attachment percakapan lama.

    Data kandidat dan dokumennya dapat berada dalam satu konteks profile.

    Karir Hub document management showing uploaded recruitment documents including photo, diploma, and supporting files

    Document management

    The New Recruitment Workflow

    The Recruitment Workflow Changed

    Old Workflow

    Offline Promotion + Facebook Organic Posts

    Candidate Response

    WhatsApp HRD

    Chat

    Send Documents

    Manual Screening

    Offline Interview

    Conversation History

    New Workflow

    Meta Ads + Google Ads + Organic Search

    Career Hub

    Job Information

    Application

    Candidate Profile

    Online Questions

    Mini Interview

    Assessment

    Document Collection

    HRD Screening

    Talent Database

    Offline Interview

    Future Talent Bank

    The Important Shift

    The System Changed Where the Work Happens

    Sebelumnya, sebagian besar pekerjaan recruitment terjadi di WhatsApp.

    Setelah Karir Hub berjalan, sebagian pekerjaan tersebut berpindah ke system.

    Kandidat mendapatkan informasi lebih awal.

    Application menjadi lebih terstruktur.

    Data kandidat tersimpan dalam profile.

    Interview awal dapat dilakukan secara online.

    Assessment menjadi bagian dari candidate profile.

    Dokumen tersimpan lebih rapi.

    HRD kemudian dapat fokus pada kandidat yang sudah melewati beberapa tahap awal.

    Dan yang lebih penting:

    data kandidat tidak berhenti sebagai history chat.

    Ia menjadi data recruitment yang dapat ditelusuri kembali.

    What Changed For HRD

    Less Chat. More Context.

    Salah satu perubahan yang paling terasa bukanlah fitur tertentu.

    Tetapi perubahan workflow.

    WhatsApp HRD menjadi lebih silent karena tidak semua proses recruitment harus terjadi melalui chat.

    Kandidat sudah melewati beberapa tahap sebelum HRD perlu mengambil tindakan lebih lanjut.

    Ketika kandidat masuk ke tahap offline interview, HRD sudah memiliki:

    - informasi dasar

    - posisi yang dilamar

    - jawaban kandidat

    - match score

    - overall score

    - gambaran gaya kerja

    - hasil assessment

    - dokumen kandidat

    HRD tidak lagi harus mengumpulkan konteks kandidat dari berbagai percakapan.

    What Changed For The Company

    From Recruitment Activity to Talent Asset

    Perubahan yang lebih besar terjadi pada level perusahaan.

    Sebelumnya, recruitment menghasilkan percakapan dan berkas.

    Setelah sistem berjalan, recruitment mulai menghasilkan database talent.

    Artinya setiap proses recruitment memiliki kemungkinan menghasilkan asset yang tetap berguna setelah lowongan ditutup.

    Kandidat yang diterima menjadi bagian dari team.

    Kandidat yang belum diterima tetap dapat menjadi bagian dari talent pool, selama data tersebut masih relevan dan dikelola sesuai kebijakan perusahaan.

    Talent Bank Scenario

    When the Company Needs Talent Again

    Sistem tidak menjamin kandidat lama pasti sesuai. Tetapi sistem membuat perusahaan tidak harus selalu memulai dari nol.

    The company already has enough people today

    No active recruitment needed

    Several months later, a team member leaves, a new branch opens, a new position is created, or a replacement is needed

    HRD opens the Talent Bank

    Search existing candidate profiles

    Review experience, location, previous position, interview answers, assessment, work style, documents, previous application

    Contact relevant candidates

    Reassess if necessary

    Continue recruitment

    The Philosophy

    Today's Rejected Candidate Is Not Necessarily Tomorrow's Wrong Candidate

    Kandidat bisa tidak sesuai dengan kebutuhan hari ini tanpa berarti mereka tidak memiliki nilai.

    Bisa jadi posisinya tidak cocok, tim sudah penuh, timing belum tepat, pengalaman belum cukup, atau perusahaan membutuhkan profile yang berbeda.

    Ketika kebutuhan berubah, kandidat tersebut bisa kembali relevan. Karena itu, recruitment system yang baik tidak hanya bertanya siapa yang kita terima, tetapi juga siapa saja yang sudah pernah masuk ke radar kita.

    Talent Bank As Business Memory

    A Memory of People the Business Has Already Met

    Setiap bisnis memiliki memory tentang customer.

    Tetapi perusahaan juga seharusnya memiliki memory tentang talent.

    Karir Hub membantu membangun memory tersebut.

    Bukan hanya:

    siapa yang pernah melamar,

    tetapi juga:

    apa yang mereka lamar,

    apa yang mereka jawab,

    bagaimana profile mereka,

    apa hasil assessment mereka,

    dokumen apa yang tersedia,

    dan bagaimana mereka dipertimbangkan saat itu.

    Semua informasi tersebut membantu perusahaan mengambil keputusan recruitment berikutnya dengan konteks yang lebih baik.

    Quality Over Volume

    The Goal Was Never Just More Applicants

    Paid traffic membantu memperluas acquisition.

    Tetapi recruitment yang sehat tidak berhenti pada jumlah response.

    Yang lebih penting adalah kemampuan mengubah traffic menjadi kandidat yang dapat dipahami dan diseleksi.

    Kemudian lebih jauh lagi:

    mengubah candidate flow menjadi talent database yang dapat digunakan kembali.

    Jadi system ini bekerja pada dua horizon:

    SHORT TERM

    Better candidate screening.

    LONG TERM

    Build a reusable talent pool.

    SEO & Discoverability

    Built to Be Found

    Career Hub juga dirancang sebagai digital asset yang dapat ditemukan melalui search engine.

    Setiap lowongan memiliki informasi yang dapat menjadi entry point bagi kandidat yang sedang mencari pekerjaan.

    Dengan demikian, recruitment tidak hanya bergantung pada Facebook organic dan paid traffic.

    Portal juga dapat membangun discoverability melalui search.

    Performance

    Fast Enough for Paid Traffic

    Ketika halaman digunakan sebagai destination untuk Meta Ads dan Google Ads, kecepatan menjadi bagian dari experience.

    Candidate yang datang dari iklan tidak seharusnya menunggu terlalu lama hanya untuk membaca lowongan dan mengirimkan application.

    Karena itu, portal dioptimalkan untuk:

    - fast loading

    - lightweight page experience

    - efficient assets

    - responsive experience

    Tujuannya adalah membuat traffic yang sudah diperoleh tidak terhambat oleh halaman yang lambat.

    System Architecture

    A Recruitment System, Not Just a Career Website

    ACQUISITION, Meta Ads, Google Ads, Organic Search, Offline Promotion

    CAREER PORTAL, Job Discovery, Job Information

    APPLICATION, Candidate Registration, Application Form

    CANDIDATE PROFILE, Education, Experience, Location, Salary, Other Information

    SCREENING SIGNALS, Candidate Answers, Match Score, Overall Score, Work Style, Assessment

    DOCUMENTS, Photo, Diploma, Supporting Documents

    HRD REVIEW, Applicant Status, Candidate Detail, Accept, Reject, Interview Scheduling

    TALENT DATABASE, Search, Review, Revisit, Reactivate

    FUTURE RECRUITMENT, Replacement, New Position, Team Expansion, New Unit

    Human Decision

    Technology Supports the Decision. It Does Not Replace It.

    Sistem membantu HRD mengumpulkan, menyusun, dan membaca informasi kandidat.

    Tetapi keputusan recruitment tetap berada pada manusia.

    Match score bukan keputusan.

    Assessment bukan keputusan.

    Psychogram bukan keputusan.

    Talent database juga bukan mesin otomatis untuk menentukan siapa yang harus direkrut.

    Sistem hanya membuat informasi yang sebelumnya tersebar menjadi lebih mudah digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

    Business Impact

    What Changed

    Wider Candidate Reach

    Paid traffic membuka peluang mendapatkan kandidat di luar jaringan organic dan offline yang sebelumnya digunakan.

    Structured Applicant Management

    Pelamar masuk melalui workflow yang lebih terstruktur, bukan hanya melalui chat WhatsApp.

    Earlier Qualification

    Sebagian informasi, interview awal, assessment, dan dokumen tersedia sebelum kandidat datang offline.

    Talent Memory

    Kandidat yang pernah masuk tidak harus hilang bersama history chat. Data mereka dapat menjadi bagian dari talent database yang dapat ditinjau kembali ketika kebutuhan perusahaan berubah.

    The Bigger Lesson

    The Lesson

    More Traffic Can Reveal a Bigger Problem

    Project ini menunjukkan satu hal penting.

    Ketika bisnis berhasil memperbesar traffic, masalah berikutnya sering kali bukan lagi bagaimana mendapatkan lebih banyak traffic.

    Masalahnya bisa berpindah ke:

    bagaimana mengelola traffic tersebut,

    bagaimana menyaringnya,

    bagaimana memahami orang yang datang,

    dan bagaimana membuat organisasi mampu menangani volume tersebut.

    Namun ada satu lapisan yang lebih jauh.

    Data dari proses tersebut jangan sampai hilang.

    Karena kandidat yang belum relevan hari ini mungkin menjadi talent yang sangat relevan ketika kebutuhan bisnis berubah.

    Final Project Summary

    From Acquisition to Qualification to Talent Memory

    Sangkal Putung Nusantara memulai project ini dengan kebutuhan sederhana, mendapatkan lebih banyak talent.

    Namun setelah acquisition diperluas melalui paid traffic, kebutuhan sebenarnya menjadi lebih jelas.

    Mereka membutuhkan sistem yang dapat membantu HRD menangani candidate journey secara lebih terstruktur.

    Karir Hub kemudian menjadi infrastructure yang menghubungkan acquisition, job discovery, application, candidate profiling, online interview, assessment, document management, screening, offline interview, dan talent database.

    Dengan demikian, recruitment tidak berhenti ketika satu lowongan ditutup.

    Data kandidat tetap memiliki konteks.

    Dan ketika perusahaan membutuhkan talent kembali, HRD memiliki tempat untuk melihat kembali orang-orang yang pernah masuk ke dalam radar perusahaan.

    Bukan sekadar website lowongan.

    Bukan sekadar applicant tracking.

    Tetapi infrastructure untuk membangun talent memory perusahaan.

    Project Gallery

    Project Gallery

    Karir Hub homepage showing active job vacancies and candidate search

    Homepage above fold

    Karir Hub homepage section showing open job applications and available positions

    Open vacancies section

    Karir Hub full homepage showing career portal layout, job listings, and navigation

    Full homepage

    Karir Hub applicant management dashboard showing applicant status, screening stage, interview stage, and scores

    Applicant management dashboard

    Karir Hub candidate profile showing education, experience, location, salary expectations, and position applied for

    Candidate profile

    Karir Hub online mini interview showing candidate answers to position-specific interview questions

    Online mini interview

    Karir Hub work style assessment showing multiple work style indicators and psychological tendencies

    Work style assessment

    Karir Hub psychogram showing forced-choice MOST and LEAST assessment results visualized across work style dimensions

    Psychogram

    Karir Hub document management showing uploaded recruitment documents including photo, diploma, and supporting files

    Document management

    What's Next

    Two Ways to Work With Us

    Diskusikan problem bisnis Anda langsung, atau pelajari cara membangun sistem digital sendiri.

    Deep Talk Session

    Punya problem bisnis yang belum jelas solusinya? Deep Talk adalah sesi diskusi mendalam untuk menggali kebutuhan, workflow, dan kemungkinan sistem yang tepat untuk bisnis Anda. Tidak mulai dari teknologi, mulai dari problem.

    Explore Deep Talk

    Learn to Build It Yourself

    Lebih suka membangun sendiri? Kami punya private coaching untuk dua skill yang sering jadi tulang punggung project seperti ini, Vibecoding dan Meta Ads. Bukan kelas teknis, tetapi bimbingan menyusun cara berpikir.

    Explore More Work

    Related Work

    Arupamaya Aulia Fashion screenshot

    Client / Project

    Aulia Fashion · Arupamaya

    What Was Built

    Custom Sales & Marketing Platform

    Custom digital sales infrastructure yang mengintegrasikan product pages, salespages, marketing tracking, lead management, conversion analytics, dan AI-assisted page production workflow.

    What Problem It Solves

    Sebelumnya marketing berhenti di traffic dan halaman penjualan. Setelah pengunjung masuk, perjalanan mereka tidak terlacak — berapa yang lanjut ke Shopee, masuk WhatsApp, atau berasal dari campaign mana, semuanya tidak terlihat. Tanpa visibility itu, optimasi campaign, efektivitas halaman, dan daya tarik produk hanya bisa ditebak. Keputusan marketing jalan di intuisi, bukan data.

    Client / Project

    PAPKA · Kader PAPKA

    What Was Built

    Digital Membership & Identity System

    Sistem kartu anggota digital yang terintegrasi dengan profile information dan bio link untuk membantu anggota memiliki identitas digital yang lebih praktis.

    What Problem It Solves

    Kebutuhan identitas anggota dan informasi digital sebelumnya tersebar atau membutuhkan beberapa media berbeda. Sistem ini menyatukan identitas anggota dan akses informasi digital dalam satu experience yang lebih sederhana.

    Client / Project

    Alanotech · Alanotech Digital Platform

    What Was Built

    Alanotech Digital Platform

    Website dan digital infrastructure yang digunakan oleh Alanotech sendiri sebagai media informasi, content platform, product presentation, dan proof of engineering capability.

    What Problem It Solves

    Alanotech membutuhkan digital presence yang bukan hanya menjadi company profile, tetapi juga menjadi platform untuk menyampaikan expertise, produk, layanan, dan berbagai digital work yang dibangun.

    Let's Talk

    Have a Business Problem to Solve?

    Tidak semua problem bisnis cocok diselesaikan dengan software yang sama. Jika Anda memiliki workflow, proses operasional, kebutuhan marketing, recruitment, tracking, atau sistem internal yang membutuhkan pendekatan custom, ceritakan problemnya kepada kami.