Kategori
Brand
Diskusi mengenai branding
Brand Bukan Cuma Logo, Cara Berpikir Strategist Holistik
Cara berpikir seorang brand strategist itu holistik, mencakup branding, marketing, advertising, selling, dan creative yang berjalan sebagai satu loop tidak pernah berhenti. Artikel mengurai 7 istilah fundamental, psychographics, strategic communication, hingga do and don't di 5 fase brand. Dari pembelajaran utas praktisi brand Indonesia Sanny Freudian, untuk pemula branding dan UMKM.
Panduan Brand Byron Sharp, 18 Prinsip Sains Marketing
18 prinsip sains marketing dari Byron Sharp untuk menumbuhkan brand di Indonesia. Ringkasan padat How Brands Grow plus studi kasus Indomie, Wardah, dan Kopi Kenangan. Disusun oleh Anjrah Ari Susanto, S.Psi.
Apa Itu Branding? Pelajaran dari Pak Bi
Branding bukan logo. Pak Bi mengajarkan brand adalah persepsi dan kebenaran baru. Dari Kopiko sampai McDonald's, inilah cara brand mengakar di kepala pembeli.
Mitos 80/20 Marketing, Angka Sebenarnya 60/20 Pareto
Anda mungkin percaya 20% pelanggan hasilkan 80% penjualan. Salah. Riset membuktikan angka sebenarnya 60/20, dan ini mengubah cara Anda harus beriklan.
Kenapa Konsumen Pilih Brand yang Dikenal, Bukan Terbaik
Konsumen tidak pilih yang terbaik, tapi yang dikenal. Riset Macdonald & Sharp membuktikan awareness jadi heuristik utama, peluang sekaligus peringatan untuk UMKM.
Target Seluruh Pasar, 7 Aturan Brand Growth ala Byron Sharp
Mau tumbuh? Jangan kejar loyalitas. Byron Sharp membuktikan pertumbuhan datang dari reach ke pembeli ringan, seperti Quorn yang naik dari 7% ke 70% pasar.
Mengukur Kesehatan Brand ala Byron Sharp, 6 Modul Wajib
Brand Anda sehat atau cuma terasa sehat? 6 modul Byron Sharp untuk mengukur brand secara nyata, bukan feeling. Plus dosa pengukuran yang bikin salah strategi.
Sanny Freudian vs Byron Sharp, 8 Titik Tegang UMKM
Dua pakar brand dari dua kubu, Sanny dengan the why vs Byron Sharp dengan data. 8 titik tegang dan jalan tengah yang bisa langsung dijalankan UMKM Indonesia.
Komunikasi Brand yang Bekerja, 9 Bab Bikin UMKM Diingat
Panduan komunikasi brand yang bekerja untuk UMKM Indonesia, mulai dari brand positioning statement, psikografis, strategi komunikasi (message architecture, semiotika, framing, metaphor, copywriting), trust sebagai mata uang, salah ukur views & likes, brand equity, sampai do & don't praktis. Berbasis riset Byron Sharp dan perspektif praktisi lokal.
Karakter Brand yang Diingat, Identitas Bukan Persona
Kelanjutan Psikografis 05 (terakhir) dari Tutorial Brand Byron Sharp. Brand personality (Jennifer Aaker - 5 dimensi) sebagai distinctive asset, bukan untuk segmentasi yang dikritisi Sharp. Contoh Teh Botol Sosro, Tiger, Gojek, Wardah.
Consumer Values Membentuk Momen Beli, Bukan Membagi Pasar
Kelanjutan Psikografis 04 dari Tutorial Brand Byron Sharp. Schwartz Value Survey (10 nilai universal) sebagai pembentuk moment (CEP) - bukan untuk value-based segmentation yang dikritisi Sharp, tapi untuk memetakan momen beli berbasis values.
3 Keinginan Dasar Bikin Beli yaitu Bebas, Mampu, Terhubung
Kelanjutan Psikografis 03 dari Tutorial Brand Byron Sharp. Self-Determination Theory (SDT) - tiga kebutuhan psikologis universal (autonomy, competence, relatedness) sebagai intrinsic CEP untuk branding Indonesia.